KELAS: 1EB05
NPM: 24213850
PERKEMBANGAN BISNIS ROTI DI INDONESIA
Arus informasi dan modernisasi memberi warna dalam industry bakery nusantara. Harga komoditas pertanian yang cukup tinggi selama 2008-2009 lalu memberikan tantangan tersendiri bagi industry bakery nasional, terutama industry bakery skala dengan segmen pasar menengah kebawah. Tidak sedikit dari mereka yang menghentikan sedikit produksinya.
Masih ingat kah anda antrian panjang disebuah bakery dikawasan kelapa gading, Jakarta Utara 7 tahun lalu? atau mungkin anda temasuk salah satu yang rela bersabar demi menanti giliran untuk bisa mencicipi si kondang roti abon yang menjadi topic of the twon ? tak bisa dipungkiri kehadiran breadtalk memang fenomenal di indonesia, selain sukses membuat semua orang terbius 'pesonanya' bakery asal singapura ini pun memberi warna baru dalam peta industry bakery indonesia.
Tidak seperti dinegara asalnya (EROPA) yang menjadikan roti sebagai salah satu makanan pokok sumber karbohidrat, roti bagi penduduk indonesia dijadikan camilan. Maka dari itu, jika diperhatikan karakteristik roti eropa dan asia, sangatlah berbeda. Karena biasa disantap sebagai pendamping semangkuk sup krim hangat atau disandingkan dengan keju dan daging olahan, roti eropa cenderung lebih tawar dan memiliki tekstur yang lebih keras. Selain breadtalk sudah banyak pula bakery-bakery lain yang telah membuka cabang di indonesia seperti, breadlife, jco, dan harvest yang saat ini juga telah populer di indonesia.
Selain memproduksi roti, aneka cake, cookies, dan produk prasty, ikut meriahkan dunia bakery. Bakery legendaris seperti maison weiner atau maison benny yang ada dikawasan kramat, jakarta pusat. Sejak awal sudah menyelipkan beberapa 'menu' diluar roti, seperti sosis brood (puff pastry gulung isi sosis), lidah kucing, hingga kaastengel. Kini 'pendukung' bakery di indonesia juga sudah mulai bervariasi. Jenis cake-nya beragam mulai dari cake cokelat,tiramissu,opera cake hingga carrot cake.
SUMBER :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar